WELCOME TO MY BLOG, FRIENDS!

Kamis, 17 Mei 2012

Memakai sendal jepit memang dipilih sebagian orang karena kepraktisannya. Sayangnya, para ahli menyimpulkan bahwa memakai sendal jepit dalam jangka panjang amat berisiko bagi kesehatan.
Sendal jepit dianggap berbahaya karena jari kaki tidak bisa terangkat dengan rileks, dan ini mengarah pada perubahan tekanan lebih besar pada pergelangan kaki dan tekanan vertikal yang lebih kecil di tumit.

Kerusakan pada kaki yang mengenakan sendal jepit lebih serius daripada sepatu hak tinggi. Para ahli memperingatkan bahwa sendal jepit dapat mengubah cara berjalan seseorang, sehingga ketika mengambil langkah, mereka memberikan tekanan pada bagian luar kakinya daripada tumitnya. Pada akhirnya menyebabkan kerusakan jangka panjang.

Sendal jepit kurang memberikan dukungan pada telapak kaki, sehingga dapat menyebabkan rasa sakit dan lengkungan tendon. Selain itu, ada juga risiko cidera serius dari tersandung.
Tak hanya itu, sebuah hasil tes juga menunjukkan bahwa sendal jepit merupakan sarang kuman. Sendal yang dipakai selama empat hari berturut-turut akan menjadi menjadi rumah bagi bakteri mematikan, seperti staphylococcus aureus, yang bersembunyi di karet sendal.

Jika Anda memiliki luka di sekitar kaki, maka bakteri bisa memasuki aliran darah. Bila tak segera ditangani, maka bisa menyebabkan kematian.
"Bakteri staphylococcus aureus dapat membuat sakit Anda cukup berat jika bakteri tersebut masuk kedalam luka dan ke dalam aliran darah Anda, dimana bakteri bisa menyerang organ internal Anda yang manapun.
Jika Anda tidak mengobatinya dengan antibiotik, nyawa Anda akan terancam," papar ata Dennis Kinney, Ph.D., manajer laboratorium mikrobiologi di EMSL Analytical.

Kamis, 02 Februari 2012

Pengalaman Mengesankan selama Homestay di Kemiren


 
Pada tanggal 17 sampai 19 Januari 2012, siswa-siswi seluruh kelas 8 mengikuti kegiatan Home Stay di dua tempat yaitu di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah dan Desa Gombeng Sari, Kecamatan Kalipuro. Tujuan dari Home Stay ini adalah agar siswa dapat berbaur, dan mengerti adat-istiadat dari masyarakat desa. Tapi, di sini aku menceritakan hal yang sangat mengesankan bagi saya.
                   Pada hari pertama, setelah aku menata barang-barang yang aku bawa aku membantu induk semang kami memasak makanan untuk kami dan keluarga di sana. Kami memasak sup dan masakan lainnya yang khas dari desa. Kami bergiliran dalam menggoreng ataupun memotong bahan, kami sangat senang sampai-sampai tidak terasa kalau kami sangat lamadalam memasak. Untungnya, induk semang kami tidak marah pada kami.
                   Lalu, pada waktu Elvira yang menggoreng, Retno di belakangnya sambil memegang pundak. Elvira tidak mngetahuinya, karena ia serius memasak.Aku mengambil handphone milik Icha dan memotret Elvira dan Retno dan berteriak “pre-wedding!!” teman-temanpun tertawa sangat keras. Setelah itu, kami membuat sebuah adonan jagung yang dicelupkan ke minyak mendidih. Saat giliranku, adonanku terlalu besar. Elvira menyebutnya “Jagung Jumbo”. Kami kembali tertawa dengan ulahku dan Elvira.
                   Setelah memasak, kami semua bercerita tentang hal yang lucu-lucu. Karena kelelahan tertawa, kami sampai lapar. Tiba-tiba, induk semang kami menyiapkan makanan buat kita. Tentu saja, makanan itu yang telah kami buat tadi. Segera, kami membantu menyiapkannya di meja.
                   Tahu kan yang kami lakukan pula saat menyantap makanan itu? Yap, kembali tertawa dengan cerita lucu. Dan tiba-tiba, semuanya menjadi diam dan tenang. Lalu, kembali tertawa. Setelah makan, kami membantu induk semang kami mencuci piring, gelas, dan peralatan dapur tadi di sungai dekat rumah. Baru kali ini aku mencuci piring di sungai, ini adalah pengalaman yang mengesankan bagiku.
                   Lalu, pada malam harinya kami kebingungan apa yang akan dilakukan. Segera, induk semang kami memberi kami buah durian. Kami berterima kasih kepada induk semang kami, katanya itu hadiah buat kami karena telah membantunya seharian. Kami sangat senang, karena mendapat induk semang yang baik hati.Itulah hal yang paling mengesankan bagiku saat Home Stay.